Hasil Akhir Perolehan Kursi DPR RI 2019-2024

By Lukman Hakim 01 Sep 2019, 08:21:08 WIB umum
Hasil Akhir Perolehan Kursi DPR RI 2019-2024

"Hasil keputusan pleno terbuka pada hari ini akan dituangkan dalam berita acara dan ditetapkan dalam keputusan KPU mengenai penetapan hasil pemilu 2019. Penetapan perolehan kursi partai politik, dan penetapan calon terpilih anggota DPR dan DPD. Selanjutnya sesuai Pasal 31 PKPU nomor 5 tahun 2019, KPU akan mengusulkan calon terpilih anggota DPR dan DPD untuk pengucapan sumpah janji kepada presiden dan Mahkamah Agung," (Arief Budiman-Ketua KPU RI, seperti dikutip dari Tempo.co)

Bertempat di Kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, tepat pada hari Sabtu (31/8/2019), Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Republik Indonesia telah menetapkan perolehan suara dan perolehan kursi partai politik peserta Pemilu 2019, serta penetapan calon terpilih anggota DPR dan DPD hasil Pemilu 2019.

Dari 16 partai politik peserta Pemilu 2019, 9 partai politik dinyatakan memenuhi ambang batas parlemen 4 persen dan berhak lolos ke Sen. Sedangkan 7 partai politik lainnya dinyatakan tidak memenuhi ambang batas dan tidak berhak mengirimkan calegnya ke Senayan walaupun perolehan suaranya mencukupi.

Dari jumlah total 139.970.810 suara sah Pemilu 2019 untuk pemilihan anggota DPR, PDI-P berhasil meraih perolehan suara tertinggi dengan jumlah suara: 27.503.961 (19,33 persen) dan berhak mendapatkan 128 kursi di DPR RI. Sedangkan PKPI berada diurutan paling bawah dengan jumlah suara: 312.775 (0,22 persen) dan tidak berhak mendapatkan kursi di DPR RI.

Sementara Partai Gerindra (jumlah suara 17.596.839 atau 12,57 persen), walaupun memperoleh jumlah suara nomor dua terbanyak setelah PDI-P, namun dalam hal perebutan jumlah kursi kalah dengan Partai Golkar (jumlah suara 17.229.789 atau 12,31 persen). Gerindra unggul 367.050 suara dari Golkar tetapi Golkar (85 kursi) unggul 7 kursi dari Gerindra (78 kursi).

Berikut daftar perolehan suara nasional dan perolehan kursi di DPR RI dari masing-masing partai politik peserta Pemilu 2019, seperti dikutip dari KOMPAS.com.

1. PDI-P: 128 kursi
Jumlah suara: 27.503.961 (19,33 persen), naik dari Pileg 2014, 23.681.471 suara (18,95 persen), 109 kursi.

2. Partai Golkar: 85 kursi
Jumlah suara: 17.229.789 (12,31 persen), turun dari Pileg 2014, 18.432.312 (14,75 persen), 91 kursi.

3. Partai Gerindra: 78 kursi
Jumlah suara: 17.596.839 (12,57 persen), naik dari Pileg 2014, 14.760.371 (11,81 persen), 73 kursi.

4. Partai Nasdem: 59 kursi
Jumlah suara: 12.661.792 (9,05 persen), naik dari Pileg 2014, 8.402.812 (6,72 persen), 35 kursi.

5. PKB: 58 kursi
Jumlah suara: 13.570.970 (9,69 persen), naik dari Pileg 2014, 11.298.957 (9,04 persen), 47 kursi.

6. Partai Demokrat: 54 kursi
Jumlah suara: 10.876.057 (7,77 persen), turun dari Pileg 2014, 12.728.913 (10,19 persen), 61 kursi.

7. PKS: 50 kursi
Jumlah suara: 11.493.663 (8,21 persen). Pada Pileg 2014, 8.480.204 (6,79 persen), 40 kursi.

9. PPP: 19 kursi
Jumlah suara: 6.323.147 (4,52 persen), turun dari Pileg 2014, 8.157.488 (6,53 persen), 39 kursi.

10. Partai Berkarya: 0 kursi
Jumlah suara: 2.902.495 (2,09 persen), partai politik baru.

12. Partai Hanura: 0 kursi
Jumlah suara: 2.161.507 (1,54 persen), turun dari Pileg 2014, 6.579.498 (5,26 persen), 16 kursi.

13. PBB: 0 kursi
Jumlah suara: 1.990.848 (0,79 persen), turun dari Pileg 2014, 1.825.750 (1,46 persen), 0 kursi.

14. Perindo: 0 kursi
Jumlah suara: 3.738.320 (2,07 persen), partai politik baru.

15. PKPI: 0 kursi
Jumlah suara: 312.775 (0,22 persen), turun dari Pileg 2014, 1.143.094 (0,91 persen), 0 kursi.

16. Partai Garuda: 0 kursi
Jumlah suara: 702.536 (0,5 persen), partai politik baru.

Nasib paling "sial" dialami Partai Hanura. Ketika masih dipimpin Wiranto, pada Pemilu 2014 partai ini berhasil memperoleh 16 kursi di DPR RI. Tetapi setelah dipimpin Oesman Sapta Odang, pada Pemilu 2019 Hanura harus rela kehilangan semua kursinya, dan secara sah dinyatakan tidak memenuhi ambang batas parlemen 4 persen untuk lolos ke Senayan. Dan Hanura pun harus memulai dari nol pada Pemilu 2024 nanti.

Partai politik dengan kenaikan kursi tertinggi dipegang oleh Nasdem (+24 kursi). Kemudian diikuti PDI-P (+19 kursi), PKB (+11 kursi), PKS (+10 kursi) dan Gerindra (+5 kursi). Sementara partai politik dengan penurunan kursi terbesar dipegang oleh PPP (-20 kursi) kemudian diikuti Hanura (-16 kursi), Demokrat (-7 kursi) dan Golkar (-6 kursi).

PKS yang diprediksi mantan kadernya Fachri Hamzah akan bubar karena tidak akan lolos ambang batas parlemen 4 persen, ternyata di luar dugaan mengalami kenaikan perolehan kursi yang sangat signifikan, yaitu 40 kursi menjadi 50 kursi. Jauh meninggalkan PPP yang hanya mendapatkan 19 kursi dari yang sebelumnya 39 kursi.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook